”Sabar
,tekunharus ada di semua kondisi. Sabar bukanlah meniadakan usaha.sabar kala
musibah;sabar dalam menjalani perintah alloh;Sabar menjauhi maksiat.Kala sabar
sirna,peluang pertolongen Alloh pun pudar
”hai orang-orang
yang beriman,mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan
sholat,sungguh Alloh bersama orang-orang yang sabar.”
(QS.Al-Baqoroh
ayat 153)
”Bertaqwalah
kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Buatlah orang tuamu bangga atas apa yaqng kamu lakukan. Jangan lupa
lihatlah orang di sekitarmu,beri perhatian kepada mereka dan tolong mereka jika
membutuhkan.”
”Kekurangan dan
kelebihan adalah sifat manusia yang menempel untuk menyempurnakan diri
manusia.Tanpa kelebihan manusia tidak akan punya kesempatan untuk
bersyukur.Tanpa kekurangan manusia tidak akan punya kesempatan untuk
bersabar.Kekurangan dan kelebihan adalah kenyataan.”
Muhammad Arif:
”saudaraku
mohonkanlah selalu petunjuk dan hidayah kepada diri kita dan kepada seluruh
kaum muslimin. Karena kita tidak tahu sampai kapan kita berada di atas
kebenaran. Bisa jadi orang yang sekarang kita anggap tersesat dari ja;an yang
lurus,kelak akan menjadi seorang Ahlus Sunnah yang sangat dicintai Alloh.Dan
bisa jadi kita,yang diberi hidayah oleh Alloh di usia dini,akan menjadi ahli
maksiat di masa depan,Wal’iyadzu billah.Mohonkanlah selalu agar kita
diistiqomahkan oleh Alloh.Sayangilah selalu orang-orang di sekeliling
kita,karena tidaklah ada kelemahlembutan melainkan akan mengiasinya.’
”Seseorang melakukan
amaln penduduk surga,hampir-hampir dia akan masuk surga,tetapi kehendak Alloh
mendahuluinya.Di saat kematiannya dia melakukan amalan penduduk neraka,sehingga
dia menjadi ahli neraka,Wal’iyadzu billah.
Ada juga
seseorang yang semasa hidupnya melakukan amalan penduduk neraka,hampir-hampir
dia masuk neraka,di saat akhir hidupnya dia bertobat dan melakukan amalan
penduduk surga,dan dia ,enjadi ahli surga.
Kita tidak tahu
apa yang akan Alloh perbuat terhadap diri kita di masa depan.
YA Muqollibak
Quluub, Tsabit Qolbi ’Alaa Diinika.”
”Iman seorang
mukmin akan tampak saat ia dihadapkan pada ujian,pada saat ia total
berdo’a,tetapi belum melihat pengaruh apa pun dari do’a tersebut.Ketika ia
tetap tidak mengubah harapannya meski sebab-sebab untuk putus asa semakin
kuat,semua ia lakukan karena keyakinan bahwa Alloh Maha tahu yang terbaik
baginya.”(Ibnul Jauzi).
0 komentar:
Posting Komentar