WELCOME

Kamis, 15 Desember 2011

Wajah NII bag. 6



Membela agama Alloh, menggapai ridho Alloh tetapi dengan cara melanggar agama Alloh, jauh dari ridho Alloh!!! Ini persis seperti apa yang dikatakan oleh sahabat Ibnu Mas’ud, “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak sampai.” Kemudian sahabat Ibnu Mas’ud mengutip hadits nabi, nabi menyampaikan kepada kita bahwa ada suatu kaum yang mereka membaca Al Qur’an tapi tidak sampai ke tenggorokan–tenggorokan. 

Wajah NII bag. 5



     Poin yang kedua, yang terkait dengan penerapan hukum adalah bahwa orang yang dikatakan menerapkan hukum bukan pemerintah saja.
     Orang yang dikatakan menerapkan hukum bukan pemerintah saja, atau bahasa mudahnya yang disebut sebagai penegak hukum itu bukan pemerintah saja. Tapi siapapun, seluruh kaum muslimin bahkan bisa jadi disebut sebagai penegak hukum. Untuk itulah Nabi mengatakan, “Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpin.“ Jadi, ketika berbicara tentang menerapkan hukum, jangan sampai pembicaraan itu diarahkan kepada pemerintah saja. Setiap orang pada prinsipnya bisa jadi sebagai penegak hukum. Orang yang mendamaiakan kedua belah pihak yang bertikai disebut dengan penegak hukum. orang yang mendamaikan dua orang anak yang bertengkar disebut penegak hukum. Ada kalanya orang yang sedang mendamaikan kedua belah pihak itu tidak menggunakan hukum Allah, tetapi bagaimana caranya supaya dua belah pihak itu menjadi damai. Adakalanya orang yang sedang mendamaikan anaknya yang sedang bertengkar ini untuk mendamaikan tidak pakai hukum Allah, tapi memakai hukum bagaimana caranya supaya dua anak itu menjadi damai kembali.

Wajah NII bag. 4


Alasan yang kedua, mereka (orang-orang yang berafiliasi kepada paham khawarij atau gerakan NII) ketika mempunyai hasrat untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah adalah karena pemerintah sudah kafir. Pertanyaannya, apa sebetulnya yang mendorong mereka untuk mengkafirkan pemerintah? Ini penting untuk kita ketahui.

Wajah NII bag. 3


            Namun yang paling penting untuk kita ingat di sini adalah bahwa pemahaman atau ideologi pemberontakan atasnama Islam ini masih mengakar kuat dan aksi-aksi kekerasan, aksi-aksi teror seperti pencurian atau perampokan, atau bahkan peledakan yang terjadi di sejumlah tempat, ini menjadi  bukti kuat kalau pemahaman itu masih tetap ada dan masih dianut. Kita tidak mempersoalkan atau tidak memperdulikan apakah aksi kekerasan itu dilakukan oleh kelompoknya Ajengan Mashduqi atau dilakukan oleh kelompoknya Abu Bakar Ba’asyir dan Abdullah Sungkar ataupun juga dilakukan oleh NII KW 9. Yang paling kita garis bawahi adalah bahwa pemikiran, pemahaman, ideologi pemberontakan terhadap penguasa/terhadap pemerintah yang sah ini masih mengakar kuat. Dan selama pemahaman ini ada, selama pemahaman atau ideologi ini dibiarkan, maka selama itu pula akan terus bermunculan kelompok-kelompok yang sama.

Wajah NII bag. 2


Pada sekitar tahun 1977, Teuku Muhammad Daud Beureuh ditangkap oleh pemerintah kita, karena sebuah aksi yang dilakukan oleh salah seorang anggota NII pada waktu itu dengan meledakkan sebuah granat di acara Musabaqoh (lomba) Tilawatil Qur’an, kemudian juga meledakkan sebuah bom di Rumah Sakit Kristen di Bukit Tinggi, Sumatra Barat. Atas insiden itulah Teuku Muhammad Daud Beureuh kemudian ditangkap pemerintah kita.

Wajah NII bag. 1


Oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary
Ahad, 12 Juni 2011
Ditranskrip oleh Abu Faris

            Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.

            Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Alloh subhanahu wa ta’ala yang sampai saat ini masih memberikan kesempatan kepada kita, sehingga kita dapat dipertemukan di Majelis dan tempat yang paling mulia. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi perantara yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat.


Rabu, 07 Desember 2011

Hakikat Hati Manusia


Sesuatu yang paling mulia pada manusia adalah hati. Karena sesungguhnya hatilah yang mengetahui Allah I, yang beramal untuk-Nya, dan yang berusaha menuju kepada-Nya. Anggota badan hanya menjadi pengikut dan pembantu hati, layaknya seorang budak yang membantu raja. Barangsiapa mengetahui hakekat hatinya, ia akan mengetahui hakekat Rabb-Nya. Namun mayoritas manusia tidak mengetahui hati dan jiwanya.

Haramkah Wanita Memperdengarkan Suaranya?

Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya?