WELCOME

Kamis, 15 Desember 2011

Wajah NII bag. 1


Oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary
Ahad, 12 Juni 2011
Ditranskrip oleh Abu Faris

            Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.

            Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Alloh subhanahu wa ta’ala yang sampai saat ini masih memberikan kesempatan kepada kita, sehingga kita dapat dipertemukan di Majelis dan tempat yang paling mulia. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi perantara yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat.


            Berbicara tentang gerakan Negara Islam Indonesia atau NII, yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan bahkan diberitakan oleh berbagai media, maka sesungguhnya ini mengingatkan kita kepada sebuah gerakan atau sebuah kelompok yang dipelopori oleh seseorang yang bernama Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, disingkat SMK. Yang kemudian dia proklamirkan gerakan ini di tahun 1949. Gerakan Negara Islam Indonesia atau NII adalah sebuah gerakan yang mempunyai hasrat melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia. Terutama setelah terjadinya kesepakatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda pada tahun 1948. Maka Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo dan para pengikutnya yang tergabung dalam Negara Islam Indonesia menyatakan tidak setuju atas kesepakatan yang dibuat. Sejak itulah gerkan NII terus berkembang bahkan mendapatkan banyak pengikut. Walaupun pada tahun 1962 Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo ditangkap oleh pemerintah kita kemudian dieksekusi mati pada tanggal 17 Agustus di tahun yang sama. Behkan tidak sedikit pada waktu itu para pengikutnya yang menyatakan diri bergabung dengan pemerintah Indonesia. Namun demikian, tidaklah berarti gerakan Negara Islam Indonesia selesai sampai di situ, karena ternyata pemahaman atau ideologi pemberontakan yang di atasnamakan Islam terus berkembang dan terus menyebar, tetap ada.
Kalau kita melihat sejarah Islam, sejarah di masa silam, maka, kita akan mengetahui bahwa gerakan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah, adalah sebuah gerakan yang beraliran Khowarij. Dalam hal ini. Al-Imam As-Sikhristani rohimahulloh mengatakan, di dalam kitab ?Al-Milal wal niham?
“Siapa saja yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah, yang telah disepakati, maka dia disebut sebagai khowarij. Sama saja, apakah pemberontakannya itu dilakukan terhadap pemerintah di masa shohabat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, atau pemberontakannya itu dilakukan terhadap pemerintah yang datang setelahnya, di masa tabi’in, atau pemberontakannya itu dilakukan terhadap para pemimpin /terhadap pemerintah di setiap zaman.”
            Apa yang dinyatakan oleh Al-Imam As-Sikhristani ini memberikan sebuah isyarat kepada kita bahwa aliran khowarij adalah aliran yang sudah lama dan para ‘Ulama menyatakan bahawa aliran khowarij adalah sebuah aliran atau gerakan yang pertama menyimpang dari Islam.
            Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
            Masih tetap adanya atau berkembangnya pemahaman atau ideologi pemberontakan terhadap pemerintah yag sah (yang di atasnamakan Islam), memberikan semacam pelajaran yang sangat berharga bagi kita bahwa sebuah gerakan atau sebuah kelompok yang di dasari oleh sebuah ideologi atau pemahaman yang salah, itu tidak akan pernah bisa dilenyapkan dengan sekedar melenyapkan orang-orangnya saja. Selama pemahamannya, selama ideologinya dibiarkan tetap ada, maka selama itu pula akan bermunculan gerakan-gerakan yang sama walaupun dari sisi nama boleh jadi berbeda.
Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
            Sehubungan dengan aliran khowarij, maka Nabi Shollalohu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita semua bahwa di akhir zaman nanti, akan muincul sebuah gerakan atau sebuah kelompok yang akan menjadi generasi penerus aliran khowarij, bahkan Nabi shollalllohu ‘alaibgi wa sallam menyebutkan sejumlah ciri-cirinya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhory rohimahulloh, Nabi Shollalllohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan muncul di akhir zaman, suatu kaum (sebuah gerakan, suatu kelompok), (kalau dilihat dari segi usia maka) orang-orangnya relatif muda, (tetapi) mereka mempunyai cara pandang yang sempit (mereka mempunyai pikiran yang picik), (tetapi kalau mereka berbicara), (maka seringnya mereka) mengutip perkataan manusia yang terbaik (mengutip sabda Nabi shollalohu ‘alaihi wa sallam, bahkan tidak jarang, mengutip ayat-ayat Alloh). (Lalu kata Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam), (namun demilkian) mereka dalam keadaan seperti itu telah melesat jauh dari Islam, seperti melesatnya anak panah dari bidikannya yang sudah dikenainya, keimanan mereka tidaklah melewati tenggorokan-tenggorokannya. (Lalu kata Nabi shollalllohu ‘alaihi wasallam), Di mana saja kalian jumpai mereka maka perangilah mereka. Siapa yang memerangi mereka maka akan disediakan pahala di hari kiamat.
Ini yang dikabarkan oleh Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam. Dan ini sesuatu yang penting untuk kita ketahui bahwa orang-orang yang menjadi generasi penerus aliran khowarij akan terus bermunculan seiring dengan perpecahan yang terjadi di tengah-tengah ummat.  
Ini pula yang dikabarkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada kita dalam hadits riwayat Ibnu Majah rohimahullohu. Kata Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,
“Akan muncul sekelompok orang yang mereka pandai membaca Al-Qur‘an , tetapi tidak pandai dalam memahami Al-Qur‘an.”
-Pandai membaca Al-Qur‘an , tetapi tidak pandai dalam memahami Al-Qur‘an.-
Sangat wajar , sangat tepat, kalau shohabat Ibnu ‘Umar mengatakan bahwa mereka (aliran khowarij), adalah sebuah aliran yang selalu berangkat dari ayat-ayat yang sesungguhnya diturunkan untuk orang-orang yang kafir, kemudian (mereka) menerapkan ayat-ayat tadi di tengah-tengah orang-orang Islam.
Sebagai satu contohnya adalah satu ayat yang ada di dalam surat Al-Anfal, “Dan orang-orang yang kafir itu sebagiannya menjadi pelindung (menjadi penolong) bagi sebagian yang lain.”
            “Dan orang-orang yang kafir”, yang (mereka) maksud adalah pemerintah yang tidak menerapkan hukum Alloh, itulah orang-orang yang kafir (menurut mereka). “Sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain”, yang dimaksud (menurut mereka) adalah rakyat, orang-orang yang melindungi, yang menjaga keutuhan pemerintah tersebut. Maka siapapun yang memberikan perlindungan, memberikan pertolongan, penjagaan terhadap pemerintah yang keadaannya seperti itu, termasuk orang-orang yang kafir. Untuk itulah Alloh mengatakan orang-orang kafir sebagiaannya menjadi pelindung bagi sebagian yang lainnya. (Menurut mereka).
Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
            Orang-orang yang berafiliasi kepada ideologi khowarij, dalam hal ini adalah Negara Islam Indonesia. Pasca kematian Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, mereka kemudian melakukan perkumpulan, mereka melakukan konsilidasi pada tahun 1973 di Bandung. Bahkan mereka pun kembali merapihkan sistem komando hingga pada waktu itu mereka mengangkat pemimpin yang ke-2 setelah Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, yaitu seseorang yang disebut dengan Teuku Muhammad Daud Beureuh. Teuku Muhammad Daud Beureuh kemudian memperluas wilayah pemberontakan yang sebelumnya dilakukan oleh Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo –di masa pimpinan Kartosuwiryo wilayah pemberontakan mereka dibagi menjadi 7 wilayah, dan wilayah pemberontakan inilah yang kemudian di istilahkan dengan KW (Komandemen Wilayah), ada KW 1 sampai dengan KW 7, ini di masa pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo- dan Teuku Muhammad Daud Beureuh menambah 2 wilayah pemberontakan lagi, yang kemudian wilayah itu dikenal dengan KW 8 dan KW 9. KW 8 berpusat di Lampung, sedangkan KW 9 pusatnya di Jakarta dan sekitarnya.

0 komentar:

Posting Komentar