Oleh
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary
Ahad,
12 Juni 2011
Ditranskrip
oleh Abu Faris
Ikhwana fiddin
akromakumulloh, kaum Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
Puji dan syukur
kita panjatkan kehadirat Alloh subhanahu wa ta’ala yang sampai saat ini masih
memberikan kesempatan kepada kita, sehingga kita dapat dipertemukan di Majelis
dan tempat yang paling mulia. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi
perantara yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di sisi Alloh
subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat.
Berbicara
tentang gerakan Negara Islam Indonesia atau NII, yang akhir-akhir ini banyak
diperbincangkan bahkan diberitakan oleh berbagai media, maka sesungguhnya ini
mengingatkan kita kepada sebuah gerakan atau sebuah kelompok yang dipelopori oleh
seseorang yang bernama Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo,
disingkat SMK. Yang kemudian dia proklamirkan gerakan ini di tahun 1949.
Gerakan Negara Islam Indonesia atau NII adalah sebuah gerakan yang mempunyai
hasrat melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia. Terutama setelah
terjadinya kesepakatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan
pemerintah Belanda pada tahun 1948. Maka Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo dan
para pengikutnya yang tergabung dalam Negara Islam Indonesia menyatakan tidak
setuju atas kesepakatan yang dibuat. Sejak itulah gerkan NII terus berkembang
bahkan mendapatkan banyak pengikut. Walaupun pada tahun 1962 Sekarmaji Marijan
Kartosuwiryo ditangkap oleh pemerintah kita kemudian dieksekusi mati pada
tanggal 17 Agustus di tahun yang sama. Behkan tidak sedikit pada waktu itu para
pengikutnya yang menyatakan diri bergabung dengan pemerintah Indonesia. Namun
demikian, tidaklah berarti gerakan Negara Islam Indonesia selesai sampai di
situ, karena ternyata pemahaman atau ideologi pemberontakan yang di atasnamakan
Islam terus berkembang dan terus menyebar, tetap ada.
Kalau kita melihat sejarah Islam, sejarah di masa silam,
maka, kita akan mengetahui bahwa gerakan pemberontakan terhadap pemerintah yang
sah, adalah sebuah gerakan yang beraliran Khowarij. Dalam hal ini.
Al-Imam As-Sikhristani rohimahulloh mengatakan, di dalam kitab ?Al-Milal
wal niham?
“Siapa saja yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintah
yang sah, yang telah disepakati, maka dia disebut sebagai khowarij. Sama saja,
apakah pemberontakannya itu dilakukan terhadap pemerintah di masa shohabat
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, atau pemberontakannya itu dilakukan
terhadap pemerintah yang datang setelahnya, di masa tabi’in, atau
pemberontakannya itu dilakukan terhadap para pemimpin /terhadap pemerintah di
setiap zaman.”
Apa yang
dinyatakan oleh Al-Imam As-Sikhristani ini memberikan sebuah isyarat kepada
kita bahwa
aliran khowarij adalah aliran yang sudah lama dan para ‘Ulama menyatakan bahawa
aliran khowarij adalah sebuah aliran atau gerakan yang pertama menyimpang dari
Islam.
Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum
Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
Masih tetap
adanya atau berkembangnya pemahaman atau ideologi pemberontakan terhadap pemerintah
yag sah (yang di atasnamakan Islam), memberikan semacam pelajaran yang sangat
berharga bagi kita bahwa sebuah gerakan atau sebuah kelompok yang di dasari oleh sebuah
ideologi atau pemahaman yang salah, itu tidak akan pernah bisa dilenyapkan
dengan sekedar melenyapkan orang-orangnya saja. Selama pemahamannya, selama
ideologinya dibiarkan tetap ada, maka selama itu pula akan bermunculan
gerakan-gerakan yang sama walaupun dari sisi nama boleh jadi berbeda.
Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum
Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
Sehubungan
dengan aliran khowarij, maka Nabi Shollalohu ‘alaihi wa sallam telah
memberitahukan kepada kita semua bahwa di akhir zaman nanti, akan muincul
sebuah gerakan atau sebuah kelompok yang akan menjadi generasi penerus aliran
khowarij, bahkan Nabi shollalllohu ‘alaibgi wa sallam menyebutkan sejumlah ciri-cirinya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhory rohimahulloh,
Nabi Shollalllohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan muncul di akhir zaman, suatu
kaum (sebuah gerakan, suatu kelompok), (kalau dilihat dari segi usia maka)
orang-orangnya relatif muda, (tetapi) mereka mempunyai cara pandang yang sempit
(mereka mempunyai pikiran yang picik), (tetapi kalau mereka berbicara), (maka
seringnya mereka) mengutip perkataan manusia yang terbaik (mengutip sabda Nabi
shollalohu ‘alaihi wa sallam, bahkan tidak jarang, mengutip ayat-ayat Alloh).
(Lalu kata Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam), (namun demilkian) mereka dalam
keadaan seperti itu telah melesat jauh dari Islam, seperti melesatnya anak
panah dari bidikannya yang sudah dikenainya, keimanan mereka tidaklah melewati
tenggorokan-tenggorokannya. (Lalu kata Nabi shollalllohu ‘alaihi wasallam), Di
mana saja kalian jumpai mereka maka perangilah mereka. Siapa yang memerangi
mereka maka akan disediakan pahala di hari kiamat.
Ini yang dikabarkan oleh Nabi
Shollallohu ‘alaihi wasallam. Dan ini sesuatu yang penting untuk kita ketahui
bahwa orang-orang yang menjadi generasi penerus aliran khowarij akan terus
bermunculan seiring dengan perpecahan yang terjadi di tengah-tengah ummat.
Ini pula yang dikabarkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa
sallam kepada kita dalam hadits riwayat Ibnu Majah rohimahullohu. Kata Nabi
shollallohu ‘alaihi wa sallam,
“Akan muncul sekelompok orang yang mereka pandai membaca
Al-Qur‘an , tetapi tidak pandai dalam memahami Al-Qur‘an.”
-Pandai membaca Al-Qur‘an , tetapi tidak pandai dalam memahami
Al-Qur‘an.-
Sangat wajar , sangat tepat, kalau shohabat Ibnu ‘Umar
mengatakan bahwa mereka (aliran khowarij), adalah sebuah aliran yang selalu
berangkat dari ayat-ayat yang sesungguhnya diturunkan untuk orang-orang yang
kafir, kemudian (mereka) menerapkan ayat-ayat tadi di tengah-tengah orang-orang
Islam.
Sebagai satu contohnya adalah satu ayat yang ada di dalam
surat Al-Anfal, “Dan orang-orang yang kafir itu sebagiannya menjadi pelindung (menjadi
penolong) bagi sebagian yang lain.”
“Dan orang-orang yang kafir”, yang
(mereka) maksud adalah pemerintah yang tidak menerapkan hukum Alloh, itulah
orang-orang yang kafir (menurut mereka). “Sebagian
mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain”, yang dimaksud (menurut
mereka) adalah rakyat, orang-orang yang melindungi, yang menjaga keutuhan
pemerintah tersebut. Maka siapapun yang memberikan perlindungan, memberikan
pertolongan, penjagaan terhadap pemerintah yang keadaannya seperti itu,
termasuk orang-orang yang kafir. Untuk itulah Alloh mengatakan orang-orang kafir sebagiaannya menjadi
pelindung bagi sebagian yang lainnya. (Menurut mereka).
Ikhwana fiddin akromakumulloh, kaum
Muslimin yang dimuliakan oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.
Orang-orang yang berafiliasi kepada
ideologi khowarij, dalam hal ini adalah Negara Islam Indonesia. Pasca kematian Sekarmaji
Marijan Kartosuwiryo, mereka kemudian melakukan perkumpulan, mereka
melakukan konsilidasi pada tahun 1973 di Bandung. Bahkan mereka pun kembali
merapihkan sistem komando hingga pada waktu itu mereka mengangkat pemimpin yang
ke-2 setelah Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, yaitu seseorang yang disebut
dengan Teuku Muhammad Daud Beureuh. Teuku Muhammad Daud Beureuh
kemudian memperluas wilayah pemberontakan yang sebelumnya dilakukan oleh Sekarmaji
Marijan Kartosuwiryo –di masa pimpinan Kartosuwiryo wilayah
pemberontakan mereka dibagi menjadi 7 wilayah, dan wilayah pemberontakan inilah
yang kemudian di istilahkan dengan KW (Komandemen Wilayah), ada KW 1 sampai
dengan KW 7, ini di masa pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo- dan Teuku
Muhammad Daud Beureuh menambah 2 wilayah pemberontakan lagi, yang
kemudian wilayah itu dikenal dengan KW 8 dan KW 9. KW 8 berpusat di Lampung,
sedangkan KW 9 pusatnya di Jakarta dan sekitarnya.
0 komentar:
Posting Komentar